Headlines News :
Home » , » Mengapa & Kapan Target Indonesia Bangkit Tercapai (Bag.2)

Mengapa & Kapan Target Indonesia Bangkit Tercapai (Bag.2)


Sebelumnya sudah Anda fahami Apa yang menjadi  Target dalam Pemilihan Presiden 2014 sebagaimana tertera pada bagian 1. Namun mengingat kita memiliki target jangka pendek yang terdiri dari 7 tingkat tujuan mulai yang tertinggi tujuan purna hingga tujuan terendah yakni tujuan bakal. Maka untuk itu  kita sepakat terlebih dahulu bahwa tujuan yang akan kita capai adalah tujuan tertinggi terlebih dahulu, sehingga ketika tidak tercapai kita dapat mengalihkan tujuan dibawahnya hingga tujuan terendah yakni tujuan bakal. Untuk itu Kita menetapkan target tujuan utama IB adalah menetapkan Kontrak Politik Indonesia Bangkit, CAPRES dan CAWAPRES mampu di Usulkan, didukung (SULUH) oleh gerakan Indonesia Bangkit (IB). Secara tegas seorang Capres 2014 yang diusulkan harus berani menandatangani kontrak politik dengan masyarakat daripada sekedar janji politik.

Indonesia Bangkit Smart Goals
Demi Pencapaian 7 Tingkatan Target Indonesia Bangkit maka Tujuan harus dirumuskan dengan benar, karena akan memudahkan seseorang dalam mewujudkannya. Tujuan harus dirumuskan dengan SMART (specific, measurable, achieveable, realistic, timebound) sehingga memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan mudah disosialisasikan, sebagaimana terlihat dalam gambar Smart Goals. Dengan demikian kita dapat beranjak menuju pertanyaan KAPAN? Dan MENGAPA? sehingga Target Indonesia Bangkit dapat terwujud.

Seperti Anda ketahui bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) yang saat ini lagi ramai diperdebatkan antara revisi dan tidak. Disatu pihak yakni partai-partai kecil ingin threshold atau syarat untuk pengajuan Capres sebesar 20% parlemen atau 25% suara nasional harus direvisi karena dapat membatasi partai untuk mengusulkan Capres, sedangkan dipihak lain seperti Partai Demokrat dan Golkar (kaltimpost) mengingin tidak perlu adanya revisi. Terlepas dari perdebatan ini IB mengambil sikap untuk menggunakan tolok ukur 25%, karena kalaupun terjadi revisi dan penurunan threshold tentu tidak akan menjadi masalah. 

Dengan jumlah pemilih 2014 yang diperkirakan mencapai 190 juta jiwa berdasarkan 175, 124 Juta jiwa telah terekam dalam KTP elektronik dengan perkiraan 15 juta jiwa belum terekam (Depdagri), maka jikalau IB sebuah partai politik maka IB harus mampu mengumpulkan dukungan 25% dari 190 juta jiwa yakni 47,5 Juta pemilih. Menurut Anda pantaskah angka ini kita jadikan tolok ukur ? menurut kami angka ini belum dapat kita jadikan tolok ukur karena kita masih mengabaikan angka Golongan Putih (GOLPUT), karena sejarah pemilu 2009 (nusantaranews) menyatakan bahwa pemenang pemilu 2009 adalah Partai GOLPUT sebesar 39,1% atau meningkat tajam sebesar 15,76% dari pemilu sebelumnya yakni 2004 23,34%. 

Dengan kejadian yang menimpa beberapa partai politik akhir-akhir ini, apakah Anda yakin bahwa angka GOLPUT akan menurun atau malah sebaliknya. Dengan kondisi normal seperti pemilu 2009 dan tingginya kepercayaan publik terhadap sosok SBY, angka GOLPUT malah meningkat 15,76%. Ini tentu membuat kita pesimis angka GOLPUT akan turun, namun kita harus tetap optimis bahwa KPU sebagai penyelenggara pemilu dapat memainkan peranannya secara baik, Parpol bekerja optimal, pemimpin agama dan tokoh masyarakat mulai menyadari dan tetap memberikan pencerahan bagi masyarakat serta Indonesia Bangkit (IB) sudah berkontribusi maka sepakat kita, perkiraan angka GOLPUT sekitar 40% atau mengalami kenaikan sebesar 0,9% dari tahun 2009. Mudah-mudahan dengan melihat fakta sejarah pemilu, Anda dapat sepakat dengan perkiraan Golput 40%, agar kita dapat fokus pada pertanyaan selanjutnya. 

Mengingat angka GOLPUT kita perkirakan 40%, maka hak pilih pada pemilu 2014 sebanyak 190 juta jiwa dikali 60% yakni sebanyak 114 juta jiwa. Dimana threshold 25% suara nasional, maka syarat parpol untuk dapat mengusulkan capres adalah sebanyak 28,5 juta pemilih. Berkaca pemilu 2009, bahwa Partai Demokrat selaku pemenang pemilu juga harus menggandeng partai lain dalam mengusung SBY sebagai Capres 2009, maka angka tersebut masih fleksibel. Namun untuk memudahkan kita membuat target, maka angka 28,5 Juta pemilih pendukung kita tetapkan sebagai target IB agar  Parpol tertarik berjuang bersama IB untuk mengajukan Capres dan Cawapres sendiri dengan KOTIB sebagai persyaratan utama. 

Setelah anda memahami dasar target diatas, maka kita akan membuat Target untuk menjawab pertanyaan KAPAN? dan MENGAPA? Dengan perincian sebagai berikut : 
  1. Target 0,05% atau sebanyak 57 ribu jiwa pada saat Kontrak Politik Indonesia Bangkit (KOTIB) ditetapkan atau pada tanggal 20 mei 2013 (tahapan kegiatan IB) dengan asumsi ada 57.000 masyarakat Indonesia sangat peduli dengan kebangkitan bangsa ini dan informasi tentang gerakan Indonesia Bangkit (IB) tersampaikan dengan baik dan mudah dicerna serta Anda yakin bahwa tidak ada hal tidak mungkin terjadi jika Anda percaya dan yakin. 
  2. Target 0,1% atau sebanyak 114 ribu jiwa pada saat Presiden IB dan Wapres IB terpilih sesuai polling sms pada tanggal 17 Agustus 2013. Hal ini dapat terjadi dengan asumsi gerakan IB tersampaikan dengan baik, Relawan baik KARIB, IIB, RITIB, RAPIB maupun DIB sudah mulai bergerak menggalang dukungan dibantu para Capres IB 
  3. Target 0,5% atau sebanyak 570 ribu jiwa pada pada tanggal 9 Oktober 2013 (6 Bulan menjelang Pemilihan Legislatif 9 April 2014). Hal ini dapat terjadi dengan asumsi gerakan IB tersampaikan dengan baik, Relawan baik KARIB, IIB, RITIB, RAPIB maupun DIB sudah mulai bergerak menggalang dukungan dibantu para Capres IB 
  4. Target 1% atau sebanyak 1,14 Juta jiwa pada pada tanggal 9 Januari 2014 (3 Bulan menjelang Pemilihan Legislatif 9 April 2014). Hal ini dapat terjadi dengan asumsi gerakan IB tersampaikan dengan baik, Relawan baik KARIB, IIB, RITIB, RAPIB maupun DIB sudah mulai bergerak menggalang dukungan dibantu para Capres IB 
  5. Target 7% atau sebanyak 7,98 Juta jiwa pada pada Pemilihan Legislatif 9 April 2014. Hal ini dapat terjadi dengan asumsi gerakan IB tersampaikan dengan baik, Relawan baik KARIB, IIB, RITIB, RAPIB maupun DIB sudah mulai bergerak menggalang dukungan dibantu para Capres IB 
  6. Target 19% atau sebanyak 21,66 Juta jiwa Akhir Mei 2014 (Perkiraan Jadwal Pencalonan Capres dan Cawapres 2014 dengan asumsi pilpres dilaksanakan bulan Juli 2014). Hal ini dapat terjadi dengan asumsi gerakan IB tersampaikan dengan baik, Relawan baik KARIB, IIB, RITIB, RAPIB maupun DIB sudah mulai bergerak menggalang dukungan dibantu para Capres IB 
Namun setelah target kita terukur yang dijawab melalui pertanyaan mengapa dan kapan, maka selanjutnya adalah apa syarat yang harus dipenuhi agar Target Indonesia Bangkit pada Pilpres 2014 dapat tercapai, dan hal ini kita bahas melalui Syarat Pencapaian Target Indonesia Bangkit bagian ke-3
Share on :
Comments
0 Comments

0 komentar:

 
© Copyright Cara Indonesia Bangkit 2013 | Created by Creating Website | Published by Mas Template | Johny Template | Powered by Blogger.com | Redesign by Cara Indonesia Bangkit